Peran Vitamin dalambeternak ayam.
Vitamin merupakan golongan khusus senyawa organik berbobot molekul rendah yang dibutuhkan unggas untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan, fungsi fisiologis normal dan metabolisme.
Unggas memiliki kebutuhan vitamin yang sangat sedikit, tetapi berperan penting dalam metabolisme tubuh unggas.
Ada sedikit mikroorganisme di saluran pencernaan unggas, dan sebagian besar vitamin tidak dapat disintesis dalam tubuh, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dan harus diambil dari pakan.
Kekurangan vitamin dapat menyebabkan gangguan metabolisme, stagnasi pertumbuhan, berbagai penyakit, bahkan kematian pada kasus yang parah. Peternak dan anak ayam memiliki kebutuhan vitamin yang lebih ketat. Terkadang produksi telur ayam tidak rendah, tetapi tingkat pembuahan dan tingkat penetasan tidak tinggi, yang disebabkan oleh kekurangan vitamin tertentu.
1.Vitamin yang larut dalam lemak
1-1. Vitamin A (vitamin penambah pertumbuhan)
Dapat menjaga penglihatan normal, melindungi fungsi normal sel epitel dan jaringan saraf, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan unggas, menambah nafsu makan, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit menular dan parasit.
Kekurangan vitamin A dalam pakan akan menyebabkan rabun senja pada unggas, pertumbuhan lambat, penurunan produksi telur, penurunan tingkat fertilitas, tingkat penetasan rendah, daya tahan tubuh melemah, dan rentan terhadap berbagai penyakit. Jika kandungan vitamin A dalam pakan terlalu tinggi, yaitu lebih dari 10.000 unit internasional/kg, akan meningkatkan mortalitas embrio pada awal masa inkubasi. Vitamin A kaya akan minyak hati ikan kod, sementara wortel dan jerami alfalfa mengandung banyak karoten.
1-2. Vitamin D
Berkaitan dengan metabolisme kalsium dan fosfor pada burung, meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor pada usus halus, mengatur ekskresi kalsium dan fosfor pada ginjal, serta meningkatkan kalsifikasi tulang yang normal.
Bila unggas kekurangan vitamin D, maka metabolisme mineral dalam tubuhnya akan terganggu, sehingga menghambat perkembangan tulangnya, sehingga mengakibatkan rakhitis, paruh, kaki dan tulang dada menjadi lembek dan mudah bengkok, kulit telur tipis atau lunak, produksi telur dan daya tetas menurun, pertumbuhan buruk, bulu kasar, kaki lemah.
Namun, terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan keracunan unggas. Vitamin D yang disebutkan di sini mengacu pada vitamin D3, karena unggas memiliki kemampuan yang kuat untuk memanfaatkan vitamin D3, dan minyak hati ikan kod mengandung lebih banyak vitamin D3.
1-3. Vitamin E
Hal ini terkait dengan metabolisme asam nukleat dan redoks enzim, menjaga fungsi lengkap membran sel, dan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan daya tahan unggas terhadap penyakit, dan meningkatkan efek anti-stres.
Unggas yang kekurangan vitamin E akan mengalami ensefalomalasia, yang dapat menyebabkan gangguan reproduksi, produksi telur rendah, dan daya tetas. Penambahan vitamin E ke dalam pakan dapat meningkatkan tingkat penetasan, mendorong pertumbuhan dan perkembangan, serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin E banyak terkandung dalam pakan hijau, biji-bijian, dan kuning telur.
1-4. Vitamin K
Vitamin K merupakan komponen penting bagi unggas untuk menjaga pembekuan darah normal, dan umumnya digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit pendarahan akibat kekurangan vitamin K. Kekurangan vitamin K pada unggas rentan terhadap penyakit hemoragik, waktu pembekuan darah yang lama, dan kerusakan pembuluh darah kecil, yang dapat menyebabkan pendarahan hebat. Jika kandungan vitamin K sintetis melebihi 1.000 kali lipat kebutuhan normal, akan terjadi keracunan, dan vitamin K banyak terdapat pada pakan hijau ternak dan kedelai.
2.vitamin yang larut dalam air
2-1. Vitamin B1 (tiamin)
Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan metabolisme karbohidrat dan fungsi neurologis ayam, serta berkaitan erat dengan proses pencernaan normal. Ketika pakan kurang, ayam menunjukkan kehilangan nafsu makan, kelemahan otot, penurunan berat badan, gangguan pencernaan, dan gejala lainnya. Defisiensi berat bermanifestasi sebagai polineuritis dengan kepala miring ke belakang. Tiamin banyak terdapat dalam pakan hijau dan jerami.
2-2. Vitamin B2 (riboflavin)
Riboflavin berperan penting dalam redoks in vivo, mengatur respirasi seluler, dan berperan dalam metabolisme energi dan protein. Tanpa riboflavin, anak ayam tumbuh lambat, dengan kaki lunak, jari kaki melengkung ke dalam, dan tubuh kecil. Riboflavin banyak terdapat dalam pakan hijau ternak, tepung jerami, ragi, tepung ikan, dedak, dan gandum.
2-3. Vitamin B3 (asam pantotenat)
Hal ini berkaitan dengan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, dermatitis jika kekurangan, bulu kasar, pertumbuhan terhambat, tulang pendek dan tebal, tingkat kelangsungan hidup rendah, gangguan fungsi jantung dan hati, hipoplasia otot, hipertrofi sendi lutut, dll. Asam pantotenat sangat tidak stabil dan mudah rusak jika dicampur dengan pakan, sehingga garam kalsium sering digunakan sebagai aditif. Asam pantotenat banyak terdapat dalam ragi, dedak, dan gandum.
2-4. Vitamin pp (niasin)
Niasin merupakan komponen penting enzim yang diubah menjadi nikotinamida di dalam tubuh, berperan dalam reaksi redoks, dan berperan penting dalam menjaga fungsi normal kulit dan organ pencernaan. Kebutuhan anak ayam tinggi, nafsu makan menurun, pertumbuhan lambat, bulu rontok, tulang kaki melengkung, dan tingkat kelangsungan hidup rendah; kekurangan ayam dewasa, tingkat produksi telur, kualitas kerabang telur, dan tingkat penetasan telur semuanya menurun. Namun, terlalu banyak niasin dalam pakan akan menyebabkan kematian embrio dan tingkat penetasan rendah. Niasin banyak terdapat dalam ragi, kacang-kacangan, dedak, bahan hijau, dan tepung ikan.
Waktu posting: 01-Agu-2022