Disinfeksi Ketat
Siapkan ruang penetasan sebelum anak ayam datang. Bilas tempat minum dengan air bersih, lalu gosok dengan air alkali panas, bilas dengan air bersih, dan keringkan. Bilas ruang penetasan dengan air bersih, letakkan alas setelah kering, masukkan peralatan penetasan, fumigasi dan disinfeksi dengan 28 ml formalin, 14 g kalium permanganat, dan 14 ml air per meter kubik ruang. Tutup rapat. Setelah 12 hingga 24 jam, buka pintu dan jendela untuk ventilasi dan panaskan suhu ruangan hingga di atas 30°C agar anak ayam dapat ditempatkan di ruang penetasan.
Pilih Anak Ayam yang Sehat
Ayam yang sehat umumnya lincah dan aktif, dengan kaki yang kuat, gerakan bebas, mata jernih, dan penyembuhan pusar yang baik. Anak ayam yang sakit memiliki bulu kotor, kekurangan energi, menutup mata dan tidur siang, serta berdiri tidak stabil. Saat membeli anak ayam, pastikan untuk memilih anak ayam yang sehat.
Air Minum Tepat Waktu
Anak ayam dapat kehilangan 8% air dalam 24 jam dan 15% dalam 48 jam. Jika kehilangan air lebih dari 15%, gejala dehidrasi akan segera muncul. Oleh karena itu, anak ayam harus diberi air minum yang cukup dan bersih 12 jam setelah menetas. Pada beberapa hari pertama, berikan air yang dicampur dengan larutan kalium permanganat 0,01% dan multivitamin untuk mendisinfeksi air minum, membersihkan lambung dan usus, serta mendorong pengeluaran mekonium.
Makan dengan Baik
Pakan harus memiliki cita rasa yang baik, mudah dicerna, kualitas segar, dan ukuran partikel sedang. Anak ayam dapat diberi makan dalam waktu 12 hingga 24 jam setelah menetas. Mereka dapat dimasak dengan jagung pecah, millet, beras pecah, gandum pecah, dll., dan direbus hingga mencapai usia delapan hari, yang bermanfaat untuk pencernaan anak ayam. Beri makan 6-8 kali sehari dan malam untuk usia 1-3 hari, 4-5 kali sehari setelah usia 4 hari, dan 1 kali di malam hari. Ubah pakan secara bertahap untuk anak ayam.
Sesuaikan Suhu dan Kelembapan
Tabel perbandingan suhu dan kelembapan:
| Tahap pemberian makan (umur dalam hari) | Suhu (℃) | Kelembaban relatif (%) |
| 1-3 | 35-37 | 50-65 |
| 4-7 | 33-35 | 50-65 |
| 8-14 | 31-33 | 50-65 |
| 15-21 | 29-31 | 50-55 |
| 22-28 | 27-29 | 40-55 |
| 29-35 | 25-27 | 40-55 |
| 36-42 | 23-25 | 40-55 |
| 43-Singkirkan | 20-24 | 40-55 |
Jika kandang ayam terlalu lembap, gunakan kapur untuk menyerap kelembapan; jika terlalu kering, letakkan baskom berisi air di atas kompor untuk meningkatkan kelembapan di dalam ruangan.
Kepadatan yang Wajar
Ukuran kepadatan harus disesuaikan secara wajar sesuai dengan umur anak ayam, metode pembiakan jenis ayam, dan struktur kandang ayam.
| Kepadatan pakan untuk penetasan usia 0-6 minggu | ||
| Usia dalam minggu | Kurungan | Kenaikan datar |
| 0-2 | 60-75 | 25-30 |
| 3-4 | 40-50 | 25-30 |
| 5-6 | 27-38 | 12-20 |
Satuan: burung/㎡
Pencerahan ilmiah
Gunakan pencahayaan 24 jam selama 3 hari pertama masa pengeraman, dan kurangi 3 jam per minggu hingga masa pengeraman stabil. Intensitas cahaya adalah: lampu 40 watt (berjarak 3 meter, tinggi 2 meter dari tanah) untuk minggu pertama. Setelah minggu kedua, gunakan lampu 25 watt, dengan intensitas cahaya 3 watt per meter persegi, dan penerangan yang merata. Satu lampu tidak boleh melebihi 60 watt untuk menghindari perilaku mematuk.
Pencegahan epidemi
Lingkungan yang tidak higienis dan lembap rentan menyebabkan penyakit pada ayam, terutama pullorum dan koksidiosis. Kandang ayam harus didesinfeksi secara menyeluruh dan teratur, dijaga agar tetap kering dan bersih, alas kandang harus diganti secara berkala, air minum harus bersih, dan pakan harus segar.
| Usia | Menyarankan |
| 0 | Suntikkan 0,2 ml vaksin virus herpes kalkun penyakit Marek yang dikeringkan beku. Tambahkan 5% glukosa, 0,1% vitamin, penisilin, dan streptomisin ke dalam air minum. |
| 2~7 | Tambahkan 0,02% furterin ke air minum, dan campurkan 0,1% kloramfenikol ke dalam pakan. |
| 5~7 | Vaksin penyakit Newcastle II atau IV diteteskan ke mata dan hidung sesuai dengan dosis yang ditentukan. |
| 14 | Vaksin Marek secara subkutan |
| 18 | Suntikan vaksin bursitis |
| 30 | Vaksin penyakit Newcastle II atau IV |
Catatan: Ayam yang sakit harus diisolasi tepat waktu, dan ayam yang mati harus dijauhkan dari kandang ayam dan dikubur dalam-dalam.
Udara Segar
Perkuat ventilasi ruang penetasan dan jaga agar udara di dalam rumah tetap segar. Ventilasi di dalam rumah dapat dilakukan pada siang hari saat matahari bersinar penuh, dan tingkat bukaan pintu dan jendela diatur dari kecil ke besar dan akhirnya setengah terbuka.
Manajemen yang Teliti
Penting untuk sering mengamati kawanan ayam dan memahami dinamika kawanan tersebut. Kurangi faktor stres dan cegah kucing dan tikus masuk ke kandang ayam.
Waktu posting: 10 Desember 2021






