Pelatihan sudah ada
Sumber daya manusia di peternakan ayam sangat beragam, tingkat pendidikan umumnya rendah, pemahaman sistematis tentang teknologi pemeliharaan ayam masih kurang, dan mobilitasnya tinggi. Untuk menjaga keberlangsungan pekerjaan di peternakan ayam, pekerja baru atau yang berganti posisi harus dibiasakan dengan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesegera mungkin. Pelatihan harus dilakukan secara sistematis, baik untuk karyawan baru maupun lama.
1. Untuk melaksanakan pelatihan biosekuriti peternakan ayam dengan baik
Melaksanakan pelatihan sistematis dan berkesinambungan jangka panjang mengenai sistem manajemen yang berkaitan dengan hidup matinya peternakan ayam seperti biosekuriti, disinfeksi, dan isolasi; menggabungkan latihan nyata peternakan ayam dengan pengawasan, bimbingan, dan koreksi dalam pekerjaan sehari-hari, dan secara bertahap mengintegrasikan biosekuriti ke dalam kehidupan dan menjadi kebiasaan.
2. Pelatihan harus diklasifikasikan dan ditargetkan
Pelatihan pengetahuan sistem pertanian memang penting, tetapi dapat dilakukan secara bertahap, dikombinasikan dengan pekerjaan nyata dan pengembangan karyawan. Pertama-tama, pelatihan yang terdiferensiasi harus dilakukan sesuai dengan posisi masing-masing personel. Pelatihan harus berfokus pada praktik praktis, seperti cara imunisasi, cara disinfeksi, cara penggunaan pembersih pupuk kandang, cara mengganti tali pembersih pupuk kandang, cara penggunaan tempat pakan dan alas kandang, cara mengatur suhu dan kelembapan, serta cara ventilasi. Pelatihan harus melibatkan orang khusus untuk memandu, membantu, dan memimpin. Setelah pelatihan, setiap orang harus memahami standar yang berlaku dan cara mencapainya.
3. Pelatihan harus distandarisasi
Harus ada tenaga pelatihan khusus, materi pelatihan yang relatif tetap, dan formulir perencanaan pelatihan dan operasi yang terperinci; tujuan pelatihan harus jelas, dan setiap sasaran yang ingin dicapai harus jelas.
4. Lakukan evaluasi pasca pelatihan dengan baik
Efek pelatihan tidak hanya perlu dinilai setelah setiap pelatihan, tetapi juga perlu diperiksa dan dievaluasi dalam praktik nyata. Sesuai dengan standar yang harus dipenuhi dalam pelatihan, penghargaan dan hukuman yang wajar diberikan kepada peserta pelatihan, pelatih, dan asisten pelatih.
Efek pelatihan tidak hanya perlu dinilai setelah setiap pelatihan, tetapi juga perlu diperiksa dan dievaluasi dalam praktik nyata. Sesuai dengan standar yang harus dipenuhi dalam pelatihan, penghargaan dan hukuman yang wajar diberikan kepada peserta pelatihan, pelatih, dan asisten pelatih.
Indikator pekerjaan harus ada
Untuk setiap pos, indeks pos yang jelas harus ditentukan, dan penghargaan serta hukuman akan diberikan sesuai dengan tingkat pencapaian indeks pos. Ayam petelur dapat dibagi secara sederhana menjadi praproduksi dan pascaproduksi. Sebelum produksi, indikator seperti berat badan, panjang shank, keseragaman, konsumsi pakan total, dan tingkat kesehatan anak ayam (ayam) dirumuskan; volume telur, tingkat kematian ayam, tingkat kerusakan kulit telur, rasio rata-rata pakan terhadap telur, dan indikator lainnya;
Orang lain yang membedaki, membersihkan kotoran ternak, dan menutup pintu serta jendela juga harus memiliki tujuan yang jelas. Indeks pekerjaan harus masuk akal, dan proyek harus sedikit dan dapat dilaksanakan;
Perlu untuk mencari lebih banyak pendapat dari karyawan, memberikan lebih banyak penghargaan dan lebih sedikit denda, dan menjadikan inisiatif positif karyawan sebagai elemen pertama dalam merumuskan kebijakan.
Tanggung jawab sudah jelas di tempatnya
Setiap tugas harus diimplementasikan kepada pimpinan, setiap orang memiliki indikator, dan setiap pekerjaan memiliki keberhasilannya masing-masing. Setelah tanggung jawab diklarifikasi, sebuah rapat harus disepakati dan ditandatangani secara terbuka. Agar semua hal dapat dilakukan bersama, indikator dan rasio imbalan dan hukuman harus ditetapkan terlebih dahulu, sehingga orang-orang yang biasa-biasa saja dapat termotivasi, dan orang-orang yang berprestasi dapat termotivasi.
Waktu posting: 15-Jun-2022